Postingan

Umrohku...

Gambar
(bagian I...) Jantungku berdetak cepat, bergemuruh, tak karuan, campur aduk, deg-degan antara sedih dan gembira.  Betapa tidak sedih? Ini perjalanan pertamaku ke Luar Negeri.  Walaupun kepergianku untuk ibadah, umroh.  Cukup lama aku akan meninggalkan keluarga.  Inilah yang membuat hatiku tidak nyaman.  Untuk sementara, aku harus berjauhan dengan istri dan anak-anakku.  Suasana terminal 2, bandara Suta yang ramai, tak membuat suasana hatiku ikut ramai.  Bahkan sebaliknya, masih sedih.  Walaupun anak-anakku ikut mengantar kepergianku, terlihat senang, mereka belum bisa merasakan seperti aku, bapaknya. Di satu sisi, hatiku senang.  Aku akan melihat Mekah, tanpa biaya, alias free .  Disaat orang-orang kaya, dengan banyak sebab, mereka belum terpanggil untuk ibadah umroh.  Sementara aku, akan pergi umroh, terfikirpun tidak, maka rezeki yang tak disangka-sangka datangnya ini, harus disyukuri.  Yaitu perasaan gembir...

TELEPON UMROH

(Kisah Nyata...) Seperti biasanya, pagi menjelang siang aku bekerja di kantor.  Tiba-tiba, HP ku bunyi, tanda ada panggilan.  Ternyata dari Wisnu, teman SMP waktu dikampung.  Tumben-tumbenan dia nelpon.  Ada apa nih? Fikirku… Karena jarang sekali dia menelpon, toh juga aku sering ketemu dia akhir-akhir ini.  Memang… beberapa bulan ini aku sering bertemu Wisnu, termasuk teman-teman SMP yang lain, Fajar, Evi, Andri, dan Omi, kami sering berkumpul.  Biasanya, karena kedatangan Fajar dari Semarang, kami yang menetap di Jakarta, menyempatkan bertemu Fajar.  Sekedar mengobrol saja, tapi sering juga mereka membicarakan bisnis.  Aku cukup menjadi pendengar.   Wisnu menyakan aku…, sudah haji belum? Sudah umroh belum? Sudah ada passport belum?  Tentu aku jawab belum semua.  Bagaimana kalau umroh bareng?  Insya Allah tanggal 10 April?  Wah… gak ada dananya, kataku.  Ya sudah…, bikin passport aja dulu… nanti ...

IKATAN HATI

(Kisah nyata...) “Assalam. wrwb, pa kbr pak?” “Wa'alaikumussalam wr wb” “Dah di kantor?” “Sdh akhi...gmn antm kbr.. sehat kan?” “Ane rindu bgt dah lama ga denger tausyiah dari ntum lagi pak. Seperti ada yg hilang.  Alhamdulillah ane sehat”. “Akhi..msh byk ustadz2 yg muharrik, yg bertaujih dgn hati & ksungguhn. Antm bisa  menemukannya di pd aren...” “Sibukkan diri dgn dakwah akhi...” “Ambil kebaikan dari setiap org...  Afwan, krn amanah..ana tdk ld mnjadi Murobb antum.” “Setiap saudara ane di jamaah ini punya tempat tersendiri di hati, termasuk ntum pak. Ntum  tmasuk yg istimewa buat ane. Maafkn kalo selama ini kalo ada yg tidak berkenan di hati ntum pak, ane mhn keikhlasn dan doanya.” “Maaf pak, ane mo brgkt dulu. Jzklh. Wassalam.” “Akhi...ana sering berdoa, ktk doa Rabithah..ana mbayangkn wajah2 antm smua..  dan itu smakin me+..ikatan2 ht kita.” “kt msh diktemukn lg..Insya Allah...si Jannah nanti...” “Gak ad...

Itulah Afaf… anak pertamaku

Aku masih di kantor, siang itu sekitar pukul 1 siang, di kantor masih suasana istirahat.   Aku juga tidak sedang sibuk bekerja.   Tiba-tiba jalur pribadi (japri) BBM ku berbunyi, ternyata dari istriku.   Tetapi bukan istriku yang nulis.   Anakku yang pertama, Afaf yang menulis dan mengirim ke BB ku.    “Bi, ni Afaf, aku juara 1 futsal…” “Alhamdulillah… ngegolin gak?” “Iya… 3 kali…” “Lawannya kls brp…?” “Brp skor…?” “Pertama lawan 4a, trus lawan 4b, trus lawan 5a, terakhir final lawan 3c, aku golin yang lawan 4b sama 3c…” “Weis…hebat.   Dpt hadiah dong…?” Itulah sebagian percakapanku dengan anak saya Afaf.   Hari itu di sekolahnya ada class meeting , setelah 2 pekan sebelumnya ujian kenaikan kelas.   Dan anakku Afaf, kelas 5B, ikut pertandingan futsal.   Senang sekali dia dapat juara.   Sehingga cepat-cepat memberitahu aku.    Sebelumnya juga Afaf ditunjuk   menjadi tim inti futsal di sek...

Pertemuan Terakhir

(dimuat di Islamedia) Malam Ahad, adalah prime time waktu saat sekumpulan orang-orang ini untuk bertemu pekanan, halaqoh .  Tetapi ada yang lain halaqoh kali ini,  pertemuan pekanan hari itu dihadiri oleh dua orang Murobbi .  Ada seseorang yang baru diantara kumpulan orang-orang itu.  Ya… karena hari itu adalah pertemuan terakhir, bagi Murobbi lama untuk berpisah dengan para mad’u (binaannya).  Karena Murobbi yang lama mendapat amanah dakwah baru, untuk mendampingi halaqoh yang lain. Seperti biasa, awalnya acara pertemuan pekanan itu berjalan biasa, dibuka oleh seorang anggota halaqoh yang mendapat giliran MC , dilanjutkan tilawah, dan seterusnya.  Kemudian tibalah waktunya Murobbi yang lama menyampaikan kata-kata perpisahannya. Mendadak suasana berubah, menjadi hening, semua  diam, tercekat.  Agak lama berselang… dengan suara perlahan, sedikit bergetar,  Murobbi lama mulai membuka dengan salam dan sholawat .  Namp...

Bukan Mukhoyyam Ceria (Penutup)

Udara yang luar biasa dingin, memaksa saya bangun, karena sebentar lagi masuk subuh.   Antrian wudhu sudah mulai mengular, apalagi antrian ke WC, wow… lebih panjang.   Bayangkan ada 200 orang lebih, hanya ada 1 tempat WC… he…he…. Setelah sholat subuh, bertebaranlah para peseta, ada yang masih setia antri di WC, ada yang tilawah, ada mulai menyalakan kompor, ada yang masih menghangatkan tubuhnya dengan api unggun, yang jelas pagi itu semua terlihat sibuk.   Bagaimana tidak sibuk, sebentar lagi kita akan ada longmarch , peristiwa yang besar dari sebuah rangkaian mukhoyyam .   Tentunya dengan durasi lebih lama dari yang pertama.   Sehingga masing-masing harus siap, baik secara ruhyah, maupun fisik. Ada yang unik pagi itu, sarapan yang melimpah ruah.   Banyak yang menanak nasi, tentu lengkap dengan lauknya.   Sehingga grup kamipun kecipratan nasi dan lauk dari grup tetangga.   Padahal grup kami tidak ada yang membawa alat memasak. ...

Bukan Mukhoyyam Ceria (lanjutan...)

Sabtu pagi yang cerah, setelah sholat subuh, peserta berkumpul dilapangan untuk senam pagi.   Senam ini cukup membuat keringat para peserta, bukan karena beratnya gerakan senam, tetapi terik sinar matahari yang membuat keringat bercucuran…he..he… Masih dilapangan, kami sarapan bubur dan roti, cukup mengganjal perut ini.   Acara dilanjutkan dengan ceramah tentang Relawan Indonesia (Relindo), oleh Khairul Waalid.    Haflah, karena waktu yang terbatas, sehingga hanya tampil beberapa grup saja.   Tidak semua grup dapat menampilkan kebolehannya.    Ada nasyid, ada drama ovj, ada stand up comedy .   Yah…cukup menghibur, yang pasti, penampilan stand up comedy membuat suasana ‘panas’ terjadi lagi… Hmmm… Ada gajah nelpon, ada kompor, dan ada sosis…he..he… Setelah haflah, materi survival kembali disampaiakan oleh Khairul Waalid, intinya peserta mukhoyyam diberi pembekalan untuk dapat ‘survive’ ketika pada kondisi diluar kebiasaan, terse...